Keluarga

Saya mendengarkan lagu Harta Berharga untuk pertama kali secara utuh melalui film Keluarga Cemara beberapa tahun lalu. Film dan lirik lagu yang apik membuat saya hanyut dalam haru.

Begitu pula bapak, ketika pulang dari rumah sakit sekitar dua bulan yang lalu. Saat sudah sembuh dari COVID-19, ternyata bapak tidak bisa langsung melanjutkan agenda operasi yang sebelumnya sudah hendak dilakukan.

Baca lebih lanjut

Downgrade

Sejak WordPress.com melakukan perubahan harga yang cukup kontroversial, saya jadi sedikit merenung mengapa saya ngeblog.

Apakah untuk keren-kerenan? Tidak. Apakah kalian melihat sesuatu yang keren dari blog ini? Kalau iya, beri tahu saya ya! Hahaha.

Lalu, apakah untuk mencari uang? Saya tentu mencari uang, tapi tidak dengan blog ini. Saya ngeblog dalam rangka casual blogging. Cuma untuk bersenang-senang dan bersosial.

Baca lebih lanjut

Kepekaan

Kepekaan itu perlu dilatih. Hanya akan berkembang apabila ada rasa rendah hati, kemauan, dan usaha. Poin terakhir ini sangat menentukan. Eksekusinya. Alias harus mau repot.

Di dalam kerepotan-kerepotan itulah kita akan dipertemukan dengan situasi menuntut kepekaan yang lain. Alhasil kepekaan kita akan cepat meningkat.

Kalau tidak mau repot, agaknya akan susah. Katakanlah, kita merasa ingin membantu orang di jalan yang terlihat kerepotan mendorong motor. Kita berpikir, bannya tidak kempis, mungkin bensinnya habis.

Kita tidak sedang buru-buru dan ada peluang untuk membantu. Tapi repot putar balik karena sudah terlanjur mendahuluinya. Apakah bisa? Bisa. Tapi repot. Alhasil tidak jadi dan hanya berharap semoga ada orang lain yang membantu.

Hal semacam ini kalau dibiarkan akan menurunkan kepekaan. Karena kita akan semakin terbiasa menolak apa yang hati kita isyaratkan.

Padahal hati adalah sumber kepekaan. Ia pemantiknya. Kalau ia sudah terlanjur kaku, semakin mustahil rasanya kita bisa mengembangkan kepekaan kita. Bahayanya, hati yang kaku bisa mendatangkan banyak keburukan.

Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Apel lokal memang paling enak. Apel berwarna semburat merah muda yang manis nan segar itu menemani perbincangan singkat saya dengan ibu petang ini.

Ibu bercerita kalau kemarin beliau berbincang ringan dengan rekan-rekan kerjanya. Sebagai guru, ibu dan rekan-rekannya berbincang seputar siswa dan tugas-tugas di sekolah.

Dalam perbincangan itu, salah satu rekan kerja ibu yang paling akrab dengan ibu, entah dengan sengaja atau tidak, apakah kelepasan atau bukan, mengeluarkan kalimat yang menggores hati ibu.

Baca lebih lanjut

Mengganti Keran Rusak

Tagihan air rumah bulan lalu sampai Rp175.000.

Memang akhir-akhir ini penggunaan air di rumah cukup banyak, terlebih untuk mencuci pakaian dan seprai. Selain itu ada satu keran yang sudah rusak, jadi airnya bocor ke mana-mana.

Keran itu sudah dibiarkan rusak cukup lama. Saya belum menggantinya karena satu dan lain hal. Maka agar tagihan air bulan ini tidak semakin membengkak, saya mengganti keran yang sudah rusak itu.

Mengganti keran air tidaklah sulit. Kalau kalian belum pernah melakukannya sendiri, maka tepat sekali kalian ada di sini. Saya akan jelaskan.

Baca lebih lanjut

Semangat Pagi!

Halo semuanya.

Pagi adalah waktu yang penting. Pagi menentukan bagaimana hari kita akan berlangsung. Apakah akan menyenangkan atau menyedihkan, sukses atau gagal.

Blog ini hadir sebagai sarana pribadi penulis untuk mencurahkan refleksi harian, agar dapat menghargai setiap perjalanan waktu dan membuatnya lebih baik.