Menulis Blog Berbahasa Inggris

Soal bahasa Inggris, rasanya saya masih perlu banyak belajar. Masih banyak kata dan kalimat yang saya tidak kuasai. Terlebih kata dan kalimat yang tidak banyak saya temui di pekerjaan saya.

Ibarat anak kecil makan sendiri, sudah bisa mencukupi, tapi tetap saja masih belepotan. Kalau makanannya beda dari biasanya, juga masih bingung bagaimana cara memakannya.

Di keseharian saya bekerja, perbandingan porsi penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia bisa dibilang 1:1, termasuk penggunaan baca-tulis dan dengar-ucap.

Setiap pagi, ada sesi pertemuan untuk membahas kemajuan pekerjaan setiap orang dalam tim, dan untuk menyampaikan kendala apabila ada lalu mencari solusinya bersama-sama.

Selain itu, ada pertemuan-pertemuan lain dengan frekuensi bulanan, dua pekanan, pekanan, dan kapan saja sesuai kebutuhan.

Pertemuan ini bisa berupa presentasi atau diskusi, di antaranya adalah seputar rancangan pengembangan produk, kemajuan tim lain secara umum, pemecahan masalah, dan lain sebagainya.

Ada juga pertemuan untuk memberikan penghargaan dan hadiah sebagai Team of The Month dan Staff of The Month yang diadakan rutin setiap bulan—saya pernah dapat ini sekali, bulan lalu, setelah beberapa kali hanya jadi nominasi. Hehehe.

Saya kebetulan masuk tim pengembangan produk yang dipasarkan di Australia. Di dalamnya ada orang Indonesia, Australia, Bangladesh, dan Inggris. Alhasil semua pertemuan yang saya sebutkan tadi dilakukan dengan bahasa Inggris.

Meski demikian, tetap ada pertemuan dengan bahasa Indonesia. Biasanya untuk membahas hal-hal yang terlalu teknis. Jadi saat pertemuan dengan orang luar, dibahas secara garis besarnya, kemudian dirinci oleh internal tim Indonesia.

Tim teknologi didominasi oleh orang Indonesia. Lainnya adalah orang luar yang tugasnya lebih kepada hal manajerial, data, dan infrastruktur. Keadaan ini cukup menguntungkan bagi tim Indonesia karena komunikasi menjadi lebih mudah dan akurat.

Selama dua tahun, setelah kira-kira 2*52*5 = 520 hari, saya merasa bahwa dibandingkan dengan awal saya bergabung, saat ini saya merasa jauh lebih bisa menikmati aktivitas pekerjaan saya yang bersinggungan dengan bahasa Inggris.

Saat awal saya bergabung, saya cukup percaya diri dengan kemampuan baca-tulis saya, namun tidak cukup yakin dengan kemampuan dengar-ucap. Saat menghadiri pertemuan untuk pertama kalinya, ada orang Australia di sana dan saya ditanya beberapa pertanyaan dasar.

Ah, saya masih ingat sekali betapa grogi dan belepotannya saya waktu itu. Saking groginya kacau lah kalimat yang saya ucapkan. Sepertinya malah tidak menjadi suatu kalimat. Untung saja lead saya mengerti situasi lucu itu lalu membantu saya menjawab.

Kalian tahu, untuk mengirim chat di saluran Slack saja saya berkali-kali tulis dan hapus sampai beberapa menit. Khawatir salah dan menimbulkan salah paham. Untuk kalian yang tidak tahu Slack, saluran itu mirip dengan grup di WhatsApp. Hanya beda istilah.

Itu dulu. Sekarang sudah lebih baik, namun tetap saja masih suka belepotan. Maka untuk mengakomodasi saya belajar, saya membuat sebuah blog berbahasa Inggris yang isinya trivial, sepertinya akan lebih trivial daripada blog ini.

Perkenalkan, blog baru saya Pod. Nama yang tidak saya sengaja dan bahkan blog tersebut sebenarnya juga tidak saya sengaja. Alasan untuk belajar bahasa Inggris via blog tersebut adalah alasan yang tidak timbul sejak dari awal. Hehehe.

Selamat membaca. Tidak perlu melanggan blog tersebut, karena isinya akan terlalu trivial. Kalian bisa menengoknya sesekali saja.

Kalau kalian punya blog semacam itu juga, tolong beri tahu saya ya. Saya akan dengan senang hati berkunjung. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: